Kamis, 22 Desember 2016

Artikel Masalah Sosial Tentang Kemiskinan


Image result for potret warga miskin
http://fotofamilyku.blogspot.co.id/2012/05/kumpulan-foto-berbagai-ekspresi-wajah.html











Kemiskinan memang adalah pekerjaan besar bagi pemerintah kita, tapi pekerjaan itu tidak pernah di prioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, berbagi cara telah di lakukan tapi malah tidak dapat mengurus permasalahan ini.
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.
Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004.
Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
4.1  Faktor Penyebab Kemiskinan
Ternyata kemiskinan itu tidak terjadi begitu saja melainkan memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa hal berikut ini :
A.   Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global                                                      
Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
1)      Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
2)      Politik ekonomi yang tidak sehat.
3)      Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:
4)      Rusaknya syarat-syarat perdagangan
5)       Beban hutang
6)       Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang
B.   Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Faktor ini sangat penting dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan dengan maksimal.
C.   Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli dan banyaknya pengangguran.
D.  Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.
sumber : http://joents.blogspot.com/2012/04/makalah-tentang-kemiskinan.html
https://abdimanik182.wordpress.com/2012/10/23/artikel-masalah-sosial-tentang-kemiskinan/

Global Melambat, Kondisi Ekonomi Indonesia Tetap Baik

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/7867/global-melambat-kondisi-ekonomi-indonesia-tetap-baik/0/artikel_gpr
Jakarta - Pemerintah mencatat meski pertumbuhan ekonomi secara global tetap lemah dan pasar finansial masih belum stabil, hingga saat ini performa pertumbuhan Indonesia tetap kokoh. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi dalam kuartal I/2016 adalah 4,92%, sedikit turun dari angka tahun sebelumnya yaitu 5,04%.
"Pertumbuhan ekonomi kita kalau dibandingkan dengan ekonomi negara lain di dunia juga bukan yang terbaik tapi satu yang terbaik", ungkap Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Sarasehan Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Rabu malam (3/8), di Jakarta.
Sarasehan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, para Gubernur dan Bupati atau Walikota.
Dengan risiko ekonomi global yang tinggi, capaian pertumbuhan Indonesia jauh lebih baik dibandingkan beberapa negara di dunia seperti Brazil dan Turki yang tingkat pertumbuhannya negatif.
Pada saat yang sama, sambung Darmin, pemerintah pun terus berupaya agar ekonomi Indonesia tidak terseret dalam perlambatan ekonomi secara global. Pembangunan infrastruktur menjadi andalan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah memang sedang menggenjot pembangunan infrastruktur baik mengundang investasi dari luar negara ataupun menggunakan APBN dan APBD", ujar Darmin.
Saat ini pemerintah juga sudah mengkaji dan mengupayakan beberapa kebijakan terkait kemudahan investasi, mulai dari dari penyederhanaan izin berusaha hingga izin produksi. Sebanyak 12 Paket Kebijakan Ekonomi yang telah digarap selama ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi dalam negeri.
"Kesemua paket itu pada dasarnya bertujuan untuk memudahkan orang untuk investasi dan berusaha", tambah Darmin.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini bahwa Indonesia dapat mengejar kondisi ekonomi yang kuat, seimbang dan inklusif. Reformasi struktural, lanjutnya, menjadi kunci andalan.
"Secara umum ekonomi kita baik. Indonesia tidak akan bangkit jika tidak didukung dalam penyelesaian permasalahan struktural", tambahnya. 
(Sumber: http://ekon.go.id
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/7867/global-melambat-kondisi-ekonomi-indonesia-tetap-baik/0/artikel_gpr)

Politik Indonesia



Politik Indonesia dewasa ini seperti sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang di kelilingi semut, seperti itulah media yang memberitakan kondisi politik di Indonesia. Saat ini kondisi politik yang terjadi justru saling memperebutkan kekuasaan. Para penjabat yang memiliki kekuasaan telah melupakan masyarakat. Janji – janji yang dulu di buat justru di lupakan seiring dengan kursi kekuasaan yang di peroleh. Seolah tidak menerima dengan kemenangan sang rival, maka berusaha mencari kesalahan untuk dapat menggulingkan.
      Kondisi politik di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Para pejabat masih saja sibuk mengurusi kursi jabatannya. Lagi – lagi mereka melupakan soal rakyat. Semisal saja soal kasus suap wisma atlet. kita ketahui bahwa Anggelina S merupakan kunci dari bobroknya korupsi yang terjadi di Wisma Atlet. Namun, apa yang terjadi? Apakah Anggelina S berbicara jujur terkait korupsi yang terjadi di Wisma Atlet? Tidak kawan, justru beliau menutupi kondisi yang sebenarnya terjadi. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan. Hal tersebut masih salah satu contoh yang ada. Berbicara kondisi politik di Indonesia maka tidak akan jauh dari sebuah kekuasaan. Dewasa ini politik justru seringkali di gunakan sebagai alat untuk mencapai kekuasaan. Ntah dengan apa pun, tidak melihat rambu rambu yang ada, hal yang terpenting kursi kekuasaan harus di dapat. Namun, kursi kekuasaan itu harus di bayar dengan pengorbanan yang besar juga baik itu fikiran dan materil. Akhirnya rakyat yang menjadi korban dari kondisi politik yang ada sekarang. Para birokrat bangsa ini sepertinya masih terlalu sibuk untuk terus berebut kursi kekuasaan. Sebenarnya politik layaknya sebuah pisau. Bila pisau tersebut di gunakan oleh ibu rumah tangga untuk memasak maka pisau akanlah sangat bermanfaat. Maka akan tersedia hidangan yang lezat untuk keluarga. 


        Namun beda cerita bila pisau tersebut di gunakan oleh pembunuh. Maka yang terjadi adalah sebuah kesedihan dan kesengsaraan yang terjadi. Begitu pula dengan politik, ia akan bisa menjadi sebuah alat untuk mencapai sebuah kebahagiaan atau malah menjadi sebuah kesengsaraan. Dewasa ini, para politikus yang ada justru tidak mampu memberikan sebuah kesejukan di tengah gerahnya suasana politik yang ada. Para politikus ini nampaknya masih terlalu sibuk. Padahal rakyat Indonesia di luar sana menjadi korban mereka. Kita semua bisa melihat gejala mati rasa penyelenggara negara misalnya dalam soal pembelian mobil mewah untuk para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II atau juga pembangunan pagar istana presiden yang menelan biaya puluhan miliar rupiah. Kebijakan itu jelas mencederai rasa keadilan publik karena di saat yang sama kemiskinan masih mengharu biru Indonesia (jumlah orang miskin di Indonesia per Maret 2010 berdasar BPS sebanyak 31,02 juta orang--relatif tak banyak berubah jika dibandingkan dengan data per Februari 2005, yakni sebesar 35,10 juta orang). Publik juga bisa melihat bagaimana penyikapan kasus Lapindo, terjadinya 'kriminalisasi' terhadap dua pemimpin KPK, penanganan kasus Bank Century yang belum jelas bagaimana akhirnya, serta kuatnya nuansa tebang pilih terhadap penanganan kasus korupsi. Kesemuanya itu adalah contoh-contoh lain yang harus diakui kian mengiris rasa keadilan. Kendati dibalut pernyataan-pernyataan yang apik dan santun, toh penyikapan dari penyelenggara negara terhadap kasus-kasus tersebut tetap saja dinilai jauh dari komitmen untuk mewujudkan aspirasi dan kehendak rakyat. Selain contoh contoh yang ada di atas, masih banyak kita lihat masalah soal kemiskinan, putus sekolah dan kelaparan. Namun sepertinya para pejabat ini masih belum tersentuh untuk menuju ke situ akhirnya masih berkutat dengan masalah kekuasaan. Sebenarnya politik tidak hanya di kekuasaan saja. Namun ekonomi pun sudah di politikkan. Sebenarnya politik itu merupakan bagaimana seseorang mampu mempengaruhi orang sekelompok lain agar mengikuti gagasan yang kita fikirkan. 
         Dalam aspek obyektif, Sukardi mencontohkan harga cabai yang makin hari semakin mahal. Kondisi tersebut akan semakin parah bila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tergesa-gesa, misalnya dengan kenaikan harga tiket kereta ekonomi. Momentum ini bisa dipakai untuk menyerang kekuatan politik lawannya. Untuk aspek dari daerah, Sukardi mencontohkan polemik keistimewaan Yogyakarta yang hingga saat ini masih berlarut-larut. Menurut Sukardi, pemerintah harus cepat menyelesaikan polemik tersebut. Kalau tidak, masalah itu juga akan dijadikan partai lain sebagai amunisi untuk menyerang Demokrat. Sekarang ini keadaan politik di Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Banyak rakyat beranggapan bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu yang hanya mementingkan dan merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Hal ini ditunjukkan oleh sebagian rakyat yang mengeluh, karena hidup mereka belum dapat disejahterakan oleh negara. Pandangan masyarakat terhadap politik itu sendiri menjadi buruk, dikarenakan pemerintah Indonesia yang tidak menjalankan kewajibannya sebagai wakil rakyat dengan baik.bagi mereka politik hanyalah sesuatu yang buruk dalam mencapai kekuasaan. Jika hal ini terus di biarkan, maka seperti bom yang terus di pendam. Maka suatu saat akan meletus juga. Jika kondisi pemerintah terus seperti ini maka tidakl mustahil jika rakyat tidak akan percaya dengan politik. Ketidakpercayaan para rakyat inilah yang sangat berbahaya bagi kestabilan negara. Akibatnya masyarakat akan cenderung apatis terhadap kondisi sebuah negara. Karena kestabilan negara juga di pengaruhi oleh kestabilan politik yang ada di negara tersebut. Apabila gejolak politik di suatu negara terus menerus bergejolak maka tidak mustahil jika terjadi peperangan. 
Akibatnya masyarakat yang menjadi korban seperti negara negara di timur tengah. 

Kesimpulan : 
Rakyat Indonesia belum merasakan kinerja yang baik dari pemerintah Indonesia, malahan membuat mereka memandang buruk terhadap politik itu sendiri. Selain itu, para generasi muda Indonesia haruslah diperkenalkan dengan politik yang sebenarnya, agar dikemudian hari mereka dapat menjadi generasi baru yang lebih bertanggung jawab. Sehingga kondisi bangsa ini tidak terus terpuruk akibat politik tidak bertanggungjawab para pejabat sekarang. Sedah seharusnya kita membanahi bangsa ini. Karena bila kondisi seperti ini terus di budayakan, maka bukanlah hal yang mustahil jika suatu saat nanti nama Indonesia hanya tinggal sejarah. 

DIAN ROSDIANI, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED

Sumber lengkapnya : http://www.kompasiana.com/dianrosdiani/kondisi-politik-indonesia_5511230e8133117341bc61a6

Rabu, 21 Desember 2016

10 Situs Keren dan Bermanfaat yang Gak Boleh Dilewatkan Anak Kuliahan


IDNtimes.com

Diterbitkan : 15/12/2016 12:00


unsplash.com
unsplash.com
Menginjak masa kuliah, kebutuhan seseorang akan selalu meningkat. Apalagi jika ngekos di perantauan. Gak cuma makan dan tempat tinggal, anggaran buku dan tugas penelitian membengkak. Kalau begini, kita dituntut pintar mengelola keuangan.
Buat anak kuliahan, gak usah khawatir. Ada 10 situs yang membantu seluruh kebutuhanmu selama kuliah. Apa saja?

1. Ketika kuliah di perantauan, mahasiswa perlu uang saku tambahan. Jika ini adalah kamu, Sribulancer.com adalah jawaban!


nugranonymous.co.vu
nugranonymous.co.vu
Sribulancer adalah situs yang mempertemukan perusahaan dengan para pekerja lepas. Karena freelance tidak terikat jam kerja, situs ini sangat direkomendasikan untukmu. Kamu bisa memilih kategori lowongan yang sesuai keahlian. Ada kategori website, penulisan, desain, bisnis dan pemasaran, pengembangan dan aplikasi mobile, serta data entri.
2. Kalau ingin pekerjaan yang beragam, bukalah StudentJob.co.id. Selain freelance, lowongan magang dan part-time tersedia.


studentjob.co.id
studentjob.co.id
StudentJob.co.id punya pilihan magang, parttime, dan volunteer. Kamu juga bisa membaca artikel-artikelnya demi meningkatkan skill.
3. Saat tugas paper datang, kamu bisa menyingkat waktu. Jurnal LIPI adalah situs untuk referensimu.


nugranonymous.co.vu
nugranonymous.co.vu
Situs ini menyediakan jurnal gratis! Meski tampilannya sederhana, tidak perlu bingung mencari jurnal yang diinginkan. Carilah di kolom pencarian dan klik hasilnya. Tampilan selanjutnya, klik “arsip lengkap” (di bawah kolom “Penulis”) atau nomor di bawahnya.
Begitu muncul deretan judul, klik salah satu. Kamu akan melihat abstrak jurnal. Langsung saja klik “Naskah lengkap” di kiri bawah. Jika naskah tersebut berlisensi terbuka, jurnal langsung terunduh ke PC.

4. Selain jurnal, LIPI menyediakan buku digital. Kamu bisa mengunduhnya cuma-cuma.


nugranonymous.co.vu
nugranonymous.co.vu
Lebih dari 1.000 buku dapat diunduh gratis dalam format PDF. Tinggal cari kata kunci buku, klik judul, klik "unduh naskah PDF" di sebelah kiri. Selesai! Buku terunduh otomatis ke folder penyimpanan.

5. Bukupedia.com tidak hanya menyediakan referensi untuk kuliah saja. Kamu pun bisa membeli buku impor tanpa syarat yang berat.


thedomainfo.com
thedomainfo.com
Bukupedia.com memiliki banyak koleksi buku dari beragam kategori dan E-book. Mulai dari ekonomi, teknologi, sastra, arsitektur dan sebagainya juga tersedia. Di samping itu, kamu juga dapat membeli buku impor dari Amazon dengan mata uang rupiah dan tanpa kartu kredit. Menarik, bukan?

6. Kalau sulit mengatur keuangan, coba klik LiveOlive.com. Bukan hanya semasa kuliah, situs ini juga penting untuk proyeksi keuangan jangka panjang.


indostudent.com
indostudent.com
Situs dengan tagline “Money Center” ini, sebenarnya ditujukan untuk cewek. Namun cowok-cowok bisa mencobanya. Sebab aplikasi gratis ini sangat berguna untuk proyeksi keuangan sekarang hingga masa depan.
Dalam “Money Map”, kamu diharuskan mengisi data pribadi, kekayaan bersih, gaya hidup, sumber pendapatan, dan rencana pensiun. Tenang! Kamu tidak perlu mengisi semua data yang belum dimiliki, kok! Data tersebut bisa diubah seiring fase hidupmu.
7. Memperbanyak informasi beasiswa membuat kesempatan terbuka lebih lebar. PusatInformasiBeasiswa.com adalah gudangnya.


googleusercontent.com
googleusercontent.com
PusatInformasiBeasiswa.com adalah situs komprehensif untukmu. Mulai dari info beasiswa S1, S2, S3, fellowship, beasiswa non gelar, hingga lowongan kerja tersedia. Semakin seru lagi karena tersedia tips mendapatkan beasiswa impian.

8. Praktek mata kuliah “Metode Penelitian”? Mulai dari sekarang, jadikan “Google Form” sebagai respondennya!


abovethecloud.co
abovethecloud.co
Sebelum internet marak, survei, kuisioner dan angket harus disebarkan manual. Berkat “Google Form”, kamu tinggal menyebarkan lewat dunia maya dan dapatkan respon lebih besar. Gratis!
Setelah punya akun Gmail, masuk ke Google Form. Klik “Start a new form”, buat judul, deskripsi, pertanyaan, serta jawaban sesuai dengan survei yang dirancang. Selesai dan sebarkan!

9. Kamu yang belajar bahasa asing, pasti akan suka situs Translate.com. Situs ini membuatmu belajar pengucapan bahasa asing.


nugranonymous.co.vu
nugranonymous.co.vu
Saat ini, situs Translate.com sudah didukung dengan 84 bahasa di dunia. Mulai dari Bahasa Inggris hingga Bahasa Jawa. Yang menarik, untuk bahasa tertentu, terjemahannya pun diikuti dengan audio. Tentunya ini sangat membantumu belajar mengeja kata-kata asing.
Namun perlu diingat untuk bahasa seperti Mandarin, Jepang, Rusia, Korea, dan Arab. Penerjemahan bahasa tersebut melibatkan penulisan aksara negara yang bersangkutan, bukan dengan huruf Roman.

10. Sewa kosmu habis? Kamu gak akan bingung cari ke mana kalau yang dibuka Cari-Kos.com!


adisthana.com
adisthana.com
Buat anak kuliah yang ngekos, situs ini pasti akan sangat membantu. Apalagi kalau sewa kos habis dan harus pindah. Sejauh ini, Cari-Kos memiliki data kos di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Kamu yang sepakat menyewa rumah dengan teman atau saudara, bisa juga mencari info sewa rumah.
Gimana? Semoga situs tadi bermanfaat ya buat kamu! Kamu punya info situs lainnya? Tuliskan di kolom komentar, yuk!

Sumber: https://today.line.me/ID/article/863620fabcbac22fb69c3321f58542d3e6d7d084e38a15ef06aeab5e0d9f915b?openExternalBrowser=1